Tuesday, August 26, 2014

PANTAI BUYUTAN - Pacitan [5]

Dibandingkan dengan beberapa pantai di Pacitan yang telah saya singgahi, pantai ini belumlah terkelola dengan baik, sangat minim fasilitas..
Meskipun letaknya masih satu kecamatan dengan Pantai Klayar yaitu kecamatan Donorojo namun nampak belum banyak terjamah oleh wisatawan.

Mencari lokasi Pantai Buyutan tidaklah terlalu sulit, dari Goa Gong belok kanan ke arah barat, terdapat papan penunjuk arah yang akan menuntun kita kesana.
Apabila kita mendatangi pantai yang letaknya cukup tersembunyi ini kita akan disambut oleh hamparan luas kebun jagung di atas bukit dengan terpaan angin yang sangat kencang.

Untuk mencapai bibir pantai kita harus berjalan kaki menuruni bukit, saya sudah cukup lelah untuk berjalan kaki turun naik bukit sehingga saya hanya menikmati panorama pantai dari atas bukit sambil menikmati segelas kopi di sebuah warung lesehan kecil.., bahkan sempat tertidur di tempat tersebut.. :)




Monday, August 25, 2014

PANTAI KLAYAR - Pacitan [4]

Karang Spinx hingga Seruling Laut - Pantai Klayar terletak di kecamatan Donorojo kabupaten Pacitan berjarak 35 km dari pusat kota. Ada beberapa akses jalan untuk menuju pantai ini, dari barat bisa melalui Pracimantoro-Nampu-Banyutibo-Klayar, atau dari tengah melalui jalur Goa Gong - Klayar. Bisa juga dari arah timur menyisir jalur Pacitan-Srau-Watukarung-Klayar.
Apabila menggunakan kendaraan roda empat lebih baik melalui jalur Goa Gong karena akses jalannya cukup lebar dan beraspal mulus..
Keindahan pantai Klayar sangat sulit untuk diuraikan melalui kata-kata, untuk mengartikannya akan lebih mudah bila kita langsung mengunjunginya..
Hanya satu kata yang bisa saya sampaikan apabila ke Pacitan tidak mengunjungi Pantai Klayar adalah.., rugi.. :)

Fasilitas di Pantai Klayar bisa dikatakan cukup komplit, penginapan, resto, toilet, mushola sudah tersedia, area parkir kendaraan pun luas dan aman. Bahkan beberapa rumah warga di sekitar pantai juga menyediakan tempat untuk bermalam bagi pengunjung. Seperti yang saya lakukan pada saat mengunjungi tempat ini, saya menginap di rumah warga bernama bapak Udin yang juga memiliki stan souvenir di pantai serta beberapa unit kendaraan pantai ATV yang bisa disewa.


karang spinx




seruling laut







kamar tempat saya menginap di rumah bp.udin

'jagongan' bersama pemilik rumah (bersarung) dan beberapa warga

PANTAI NGIROBOYO - Pacitan [3]

Pantai Ngiroboyo letaknya di dusun Sambi berdekatan dengan pantai Klayar hanya berjarak 6 km saja. Pantai ini sangat sepi pengunjung mungkin dikarenakan akses jalannya yang tidak mudah dilalui kendaraan roda empat. Sepanjang 3 km sebelum sampai di bibir pantai kita akan melalui jalan cor sempit yang apabila kendaraan roda empat berpapasan pasti akan sangat menyulitkan, belum lagi tanjakan dan turunannya sangat tajam.
Apabila ingin mengunjungi pantai ini disarankan menggunakan kendaraan roda dua saja atau carter kendaraan pickup yang dikelola warga karena sudah terbiasa melalui jalur jalan yang berkontur seperti itu..

Beberapa view pantai Ngiroboyo





 

PANTAI WATUKARUNG - Pacitan [2]

Sorga bagi peselancar.. Pantai Watukarung adalah salah satu pantai di Pacitan yang memiliki keindahan yang luar biasa. Dengan pasirnya yang putih serta air laut yang biru bening hingga nampak bebatuan karang di dasarnya.
Pantai Watukarung menjadi tempat favorit bagi wisatawan terutama yang gemar berselancar. Pengunjung pantai ini di dominasi oleh wisatawan asing, sangat jarang wisatawan lokal yang berkunjung ke pantai ini entah mengapa..
Di kawasan pantai Watukarung telah banyak tersedia bungalow maupun homestay dengan harga yang bervariasi. Boleh dibilang, berada di Pantai Watukarung serasa berada di Bali..

Pantai ini bersebelahan dengan Pantai Srau berjarak 12 km, terdapat dua bagian di kawasan ini. Pertama kita akan menemui pantai nelayan tempat pelelangan ikan, berikutnya bila mengikuti jalanan bukit yang menanjak kita akan menemui pantai yang kedua.. Disinilah letak pantai yang menakjubkan itu..






sepasang wisatawan asing sedang menikmati makan siang di resto yang teletak di bibir pantai..


salah satu bungalow dengan kisaran harga 1-1.5jt/malam

homestay seharga 85rb/mlm


akses jalan menuju pantai


PANTAI SRAU - Pacitan [1]

Pantai Srau berjarak 23 km dari kota Pacitan ke arah barat terletak di desa Candi kecamatan Pringkuku. Untuk menuju ke lokasi ini kita akan melalui jalanan sempit beraspal yang berkelok naik turun. Pantai sunyi yang cukup luas ini memang belum setenar Pantai Teleng Ria sehingga tidak banyak dikunjungi wisatawan.

Namun bagi pemburu foto maupun penikmat jalanan pastilah akan sangat menikmati berada di pantai ini.
Apalagi bagi penunggang motor seperti saya tentu serasa termanjakan dengan kontur jalan yang berliku melewati hutan-hutan kecil yang sepi, sambil berkendara bolehlah kalau mau bernyanyi-nyanyi atau berteriak sekalipun tentu tanpa ada yang terganggu karena kawasan ini memang jarang terdapat pemukiman warga..






Di lokasi Pantai Srau telah terdapat fasilitas mushola, toilet serta kios makanan namun untuk fasilitas penginapan belum tersedia.. Apabila ingin bermalam di pantai ini kita bisa mendirikan tenda..

TELAGA NGEBEL Ponorogo

Telaga Ngebel adalah danau alami yang terletak di lereng Gunung Wilis wilayah kabupaten Ponorogo, berada di kecamatan Ngebel atau berjarak 30 km dari pusat kota Ponorogo. Dengan suhu udara yang sejuk akan membuat kita merasa nyaman bila mengunjungi tempat ini.
Di kawasan ini juga terdapat obyek wisata Air Terjun Selorejo serta wisata Air Tiga Rasa..


Legenda Telaga Ngebel
Telaga Ngebel dihubungkan dengan kisah seekor ular naga bernama “Baru Klinting“. Ular tersebut merupakan jelmaan dari Patih Kerajaan Bantaran Angin. Kala itu Sang patih sedang bermeditasi dengan wujud ular, dan secara tak sengaja ada seorang warga yang membawa ular jelmaan tersebut ke desa.
Sesampainya di desa, ular jelmaan tersebut hendak dijadikan makanan karena ukuran tubuhnya yang besar. Sebelum dipotong ular tersebut secara ajaib menjelma menjadi anak kecil, yang kemudian mendatangi masyarakat dan memutuskan membuat sayembara.
Sang bocah kemudian menancapkan lidi di tanah, versi yang lainnya menyebutkan bahwa yang ditancapkan adalah centong nasi. Namun tidak ada yang berhasil mencabutnya. Bocah ajaib itulah yang berhasil mencabutnya. Dari lubang bekas ditancapkannya lidi atau centong tersebut keluarlah air yang kemudian menjadi mata air yang menggenang hingga membentuk sebuah Telaga. Oleh penduduk desa sekitarnya, telaga tersebut diberi nama telaga Ngebel, artinya telaga yang mengeluarkan bau menyengat.
Legenda Telaga Ngebel ini konon terkait erat dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon salah seorang pendiri Kabupaten ini yakni Batoro Kantong. Sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo, Batoro menyucikan diri terlebih dahulu di mata air, yang ada di dekat Telaga Ngebel yang kini dikenal sebagai Kucur Batoro. (sumber : Wikipedia)



Waduk Bening Widas - Oase Hutan Jati Saradan

Waduk Bening Widas terletak di kawasan hutan jati Saradan, pintu masuk untuk ke tempat wisata ini berada di tepi jalan utama Madiun-Nganjuk. Waduk yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta ini bisa digunakan sebagai alternatif tempat beristirahat sekaligus berwisata apabila kita penat dalam perjalanan, terlebih di kawasan Saradan ini sering terjadi kemacetan karena padatnya kendaraan.
Untuk masuk ke Waduk Bening Widas dikenakan biaya retribusi yang cukup murah 3000/org. Selain waduk yang sering dimanfaatkan sebagai tempat pemancingan ikan, di lokasi ini juga terdapat fasilitas kereta wisata, dermaga perahu, arena bermain anak, gardu pandang serta ada beberapa kios makanan dengan menu yang bermacam-macam..

Beberapa view yang sempat saya abadikan..









Friday, May 30, 2014

Gunung Batok berendam kabut

Untuk kesekian kalinya saya mengunjungi Bromo tanpa ada rasa bosan karena Bromo selalu menawarkan beribu wajah. Perbedaan selisih waktu bulan, minggu, hari bahkan dari menit ke menit Bromo akan menampilkan wajah yang beraneka rupa..

Kali ini saya tidak turun ke lautan pasir karena kondisi motor saya mengalami gangguan pada rantai yang sangat kendor sehingga saya hanya menikmati indahnya Bromo dan Gunung Batok dari puncak Cemorolawang.

Bersama beberapa kawan lama semasa sekolah di SMP dulu kami sengaja membuat janji untuk bertemu di Cemorolawang, anggap saja sebagai reuni kecil-kecilan..
Sambil ngobrol dan minum kopi serta menikmati panorama Gunung Batok tanpa terasa kami berkumpul sejak jam 2 dini hari hingga jam 7 pagi.. dinginnya minta ampuun..

Wajah Gunung Batok yang sempat saya abadikan menggunajkan kamera saku..















Sebelum melanjutkan perjalanan pulang saya menyempatkan untuk istirahat terlebih dahulu , sarapan dan memejamkan mata di sebuah waung di daerah Sukapura..