Showing posts with label LOMBOK. Show all posts
Showing posts with label LOMBOK. Show all posts
Sunday, December 2, 2018
Monday, May 8, 2017
(Solo Touring) Mewujudkan Impian ke Ujung Timur Flores
Di era tahun 90an grup band SAS merilis lagu yang berjudul Larantuka, selain menyukai lagunya saya juga seperti terhipnotis oleh susunan huruf L.a.r.a.n.t.u.k.a.
Kala itu dalam benak saya tergambar sebuah tempat yang terpencil dan penuh misteri sehingga menjadikan obsesi yang kuat untuk bisa menginjakkan kaki di kota itu entah kapan dan seperti apa caranya..
Beruntung pada usia saya yang ke 50 ini impian tersebut bisa terwujud.
Bersama "sang sahabat" sebuah motor Kawasaki Z250 keluaran tahun 2013, selama 12 hari saya menyusuri jalanan dari Surabaya hingga Larantuka dan kembali ke Surabaya..
Selain kesiapan fisik, mental, dana, serta kesehatan motor, bekal utama tentu saja saya menggali info sebanyak mungkin dari pengalaman para biker yang pernah berkunjung kesana..
Alhamdulillah sejak keberangkatan 21/04/17 sampai kembali ke rumah 03/05/17 perjalanan lancar tanpa mengalami kendala yang berarti..
Setiap hari perjalanan saya lakukan pagi hingga petang. Sengaja tidak melakukan perjalanan malam hari karena ingin menikmati pemandangan di setiap jengkal jalur yang saya lalui, selain itu saya juga memerlukan waktu istirahat yang cukup agar tubuh kembali bugar untuk melakukan perjalanan lagi esoknya.
Jadwal dan rute serta lokasi yang saya kunjungi adalah :
Hari 1 :
Surabaya - Ketapang - Gilimanuk - Padangbai - Lembar (Lombok) - Mataram
(bermalam di Fery Padangbai-Lembar)
Hari 2 :
Mataram - Kayangan - Pototano (Sumbawa) - Sumbawa Besar
Menginap di Hotel Mekarsari Sumbawa Besar
Lokasi Kunjungan :
- Istana Dalam Loka
- Bala Kuning
Hari 3 :
Sumbawa Besar - Dompu - Bima - Sape - Labuan Bajo (Flores)
Menginap di Hotel Mutiara Labuan Bajo
Lokasi Kunjungan :
- Arena Pacuan Kuda ds.Lepadi Dompu
- Arena Pacuan Kuda Panda Balibelo Bima
Hari 4 :
Labuan Bajo - Ruteng - Aimere - Bajawa
Menginap di Marcelino Homestay Bajawa
Lokasi Kunjungan :
- Kampung Adat Todo, ds.Satarmese Ruteng
- Persawahan Sarang Labalaba, ds.Cancar Ruteng
- Kampung Adat Pu'u, kec.Golodukal Ruteng
Hari 5 :
Bajawa - Ende - Moni
Menginap di Silvester Homestay Moni
Lokasi Kunjungan :
- Desa Adat Bena Bajawa
- Rumah Pengasingan Bung Karno Ende
- Kampung Adat Saga
Hari 6 :
Moni - Maumere - Larantuka
Menginap di Hotel Tresna Larantuka
Lokasi Kunjungan :
- Danau Kelimutu
- Gereja Tua Sikka Maumere
- Mater Dolorosa Larantuka
Hari 7 :
Larantuka - Maumere - Moni - Ende
Menginap di Hotel Anggrek Ende
Hari 8 :
Ende - Bajawa - Aimere - Ruteng
Menginap di Hotel Ranaka Ruteng
Hari 9 :
Ruteng - Labuan Bajo
Tidak dapat meneruskan perjalanan karena harus menunggu Fery keesokan hari.
Menginap di Hotel Mutiara Labuan Bajo
Hari 10 :
Labuan Bajo - Sape - Bima - Sumbawa Besar
Menginap di Hotel Mekarsari Sumbawa Besar
Hari 11 :
Sumbawa Besar - Pototano -Kayangan - Mataram
Menginap di rumah seorang kawan di Mataram
Hari 12 :
Mataram - Lembar - Padangbai - Denpasar - Gilimanuk - Ketapang - Surabaya
Bujet penginapan yang saya sebut diatas berkisar 100-200rb/mlm. Total keseluruhan biaya selama 12 hari perjalanan sekitar 5,2jt
Tentang Pelabuhan :
• Ketapang (Jawa) - Gilimanuk (Bali) dan sebaliknya tersedia setiap saat selama 24 jam. Biaya untuk motor <500cc sebesar 22rb. Waktu penyeberangan sekitar 40 menit
• Padangbai (Bali) - Lembar (Lombok) dan sebaliknya, keberangkatan setiap 1 jam selama 24 jam. Biaya untuk motor <500 cc sebesar 122rb. Waktu penyeberangan sekitar 5 jam
• Kayangan (Lombok) - Pototano (Sumbawa) dan sebaliknya, keberangkatan setiap 1 jam selama 24 jam. Biaya untuk motor <500cc sebesar 48rb. Waktu penyeberangan sekitar 2 jam
• Sape (Sumbawa) - Labuan Bajo (Flores) Jadwal keberangkatan setiap hari jam 4 sore. Biaya untuk motor <500cc sebesar 160rb. Waktu penyeberangan sekitar 7-8 jam
• Labuan Bajo (Flores) - Sape (Sumbawa) Jadwal keberangkatan setiap hari jam 8 pagi
Kala itu dalam benak saya tergambar sebuah tempat yang terpencil dan penuh misteri sehingga menjadikan obsesi yang kuat untuk bisa menginjakkan kaki di kota itu entah kapan dan seperti apa caranya..
Beruntung pada usia saya yang ke 50 ini impian tersebut bisa terwujud.
Bersama "sang sahabat" sebuah motor Kawasaki Z250 keluaran tahun 2013, selama 12 hari saya menyusuri jalanan dari Surabaya hingga Larantuka dan kembali ke Surabaya..
Selain kesiapan fisik, mental, dana, serta kesehatan motor, bekal utama tentu saja saya menggali info sebanyak mungkin dari pengalaman para biker yang pernah berkunjung kesana..
Alhamdulillah sejak keberangkatan 21/04/17 sampai kembali ke rumah 03/05/17 perjalanan lancar tanpa mengalami kendala yang berarti..
Setiap hari perjalanan saya lakukan pagi hingga petang. Sengaja tidak melakukan perjalanan malam hari karena ingin menikmati pemandangan di setiap jengkal jalur yang saya lalui, selain itu saya juga memerlukan waktu istirahat yang cukup agar tubuh kembali bugar untuk melakukan perjalanan lagi esoknya.
Jadwal dan rute serta lokasi yang saya kunjungi adalah :
Hari 1 :
Surabaya - Ketapang - Gilimanuk - Padangbai - Lembar (Lombok) - Mataram
(bermalam di Fery Padangbai-Lembar)
Hari 2 :
Mataram - Kayangan - Pototano (Sumbawa) - Sumbawa Besar
Menginap di Hotel Mekarsari Sumbawa Besar
Lokasi Kunjungan :
- Istana Dalam Loka
- Bala Kuning
Hari 3 :
Sumbawa Besar - Dompu - Bima - Sape - Labuan Bajo (Flores)
Menginap di Hotel Mutiara Labuan Bajo
Lokasi Kunjungan :
- Arena Pacuan Kuda ds.Lepadi Dompu
- Arena Pacuan Kuda Panda Balibelo Bima
Hari 4 :
Labuan Bajo - Ruteng - Aimere - Bajawa
Menginap di Marcelino Homestay Bajawa
Lokasi Kunjungan :
- Kampung Adat Todo, ds.Satarmese Ruteng
- Persawahan Sarang Labalaba, ds.Cancar Ruteng
- Kampung Adat Pu'u, kec.Golodukal Ruteng
Hari 5 :
Bajawa - Ende - Moni
Menginap di Silvester Homestay Moni
Lokasi Kunjungan :
- Desa Adat Bena Bajawa
- Rumah Pengasingan Bung Karno Ende
- Kampung Adat Saga
Hari 6 :
Moni - Maumere - Larantuka
Menginap di Hotel Tresna Larantuka
Lokasi Kunjungan :
- Danau Kelimutu
- Gereja Tua Sikka Maumere
- Mater Dolorosa Larantuka
Hari 7 :
Larantuka - Maumere - Moni - Ende
Menginap di Hotel Anggrek Ende
Hari 8 :
Ende - Bajawa - Aimere - Ruteng
Menginap di Hotel Ranaka Ruteng
Hari 9 :
Ruteng - Labuan Bajo
Tidak dapat meneruskan perjalanan karena harus menunggu Fery keesokan hari.
Menginap di Hotel Mutiara Labuan Bajo
Hari 10 :
Labuan Bajo - Sape - Bima - Sumbawa Besar
Menginap di Hotel Mekarsari Sumbawa Besar
Hari 11 :
Sumbawa Besar - Pototano -Kayangan - Mataram
Menginap di rumah seorang kawan di Mataram
Hari 12 :
Mataram - Lembar - Padangbai - Denpasar - Gilimanuk - Ketapang - Surabaya
Bujet penginapan yang saya sebut diatas berkisar 100-200rb/mlm. Total keseluruhan biaya selama 12 hari perjalanan sekitar 5,2jt
Tentang Pelabuhan :
• Ketapang (Jawa) - Gilimanuk (Bali) dan sebaliknya tersedia setiap saat selama 24 jam. Biaya untuk motor <500cc sebesar 22rb. Waktu penyeberangan sekitar 40 menit
• Padangbai (Bali) - Lembar (Lombok) dan sebaliknya, keberangkatan setiap 1 jam selama 24 jam. Biaya untuk motor <500 cc sebesar 122rb. Waktu penyeberangan sekitar 5 jam
• Kayangan (Lombok) - Pototano (Sumbawa) dan sebaliknya, keberangkatan setiap 1 jam selama 24 jam. Biaya untuk motor <500cc sebesar 48rb. Waktu penyeberangan sekitar 2 jam
• Sape (Sumbawa) - Labuan Bajo (Flores) Jadwal keberangkatan setiap hari jam 4 sore. Biaya untuk motor <500cc sebesar 160rb. Waktu penyeberangan sekitar 7-8 jam
• Labuan Bajo (Flores) - Sape (Sumbawa) Jadwal keberangkatan setiap hari jam 8 pagi
![]() |
| Bala Kuning Sumbawa Besar |
![]() |
| Istana Dalam Loka Sumbawa |
![]() |
| Spot Jalan di Lintas Sumbawa |
![]() |
| Sawah Sarang LabaLaba di Ruteng |
![]() |
| Kampung Pu'u Ruteng |
![]() |
| Desa Adat Bena Bajawa |
![]() |
| Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende |
![]() |
| Kampung Saga Ende |
![]() |
| Menjelang masuk kota Larantuka |
![]() |
| Mater Dolorosa Larantuka |
![]() |
| Gereja Tua Sikka Maumere |
![]() |
| Kampung Todo Satarmese Manggarai |
Monday, January 4, 2016
Tanjung Ringgit - Ujung Daratan Tenggara Lombok
Masih di kawasan Pantai Pink bila mengikuti jalan menanjak ke arah tenggara maka sampailah kita pada ujung daratan Pulau Lombok, disitulah keberadaan Tanjung Ringgit.
Hembusan angin yang kencang serta birunya air laut dan kegarangan deburan ombak yang menghantam tebing akan memberikan nuansa yang berbeda untuk kita nikmati..
Tanjung Ringgit sering dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai sarana tempat memancing. Dan menurut keterangan warga yang sudah hafal seluk beluk tempat ini, tepat dibawah tebing terdapat sebuah sumur yang berisi air tawar. Namun saya tidak berani membuktikannya karena untuk mencapai sumur itu kita harus menuruni tebing yang sangat curam... :)
Hembusan angin yang kencang serta birunya air laut dan kegarangan deburan ombak yang menghantam tebing akan memberikan nuansa yang berbeda untuk kita nikmati..
Tanjung Ringgit sering dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai sarana tempat memancing. Dan menurut keterangan warga yang sudah hafal seluk beluk tempat ini, tepat dibawah tebing terdapat sebuah sumur yang berisi air tawar. Namun saya tidak berani membuktikannya karena untuk mencapai sumur itu kita harus menuruni tebing yang sangat curam... :)
| sebuah meriam peninggalan jepang terdapat di lokasi tanjung ringgit |
Pantai Pink (Tangsi) Lombok Timur
Salah satu anugerah keindahan yang dimiliki pulau Lombok adalah Pantai Tangsi atau yang lebih dikenal dengan nama Pantai Pink.
Terletak di wilayah Lombok Timur tepatnya desa Sekaroh kecamatan Jerowaru yang mana lokasi daerah ini memang cukup terpencil dan jauh dari jalan raya dan pemukiman penduduk sehingga diperlukan niat yang kuat bila ingin mendatangi pantai ini.
Selain lokasi yang terpencil akses jalannya pun masih berupa tanah kapur yang tentu saja sangat berdebu. Namun itu tidak akan berarti apa-apa bila kita sudah menginjakkan kaki di pantai indah yang diapit oleh dua tebing di kanan kiri nya.
Butiran pasir berwarna putih bercampur dengan serpihan karang yang berwarna sedikit kemerahan inilah yang menyebabkan pasir dibibir pantai seolah berwarna merah muda. Selain berenang atau snorkling kita juga dapat menyewa perahu nelayan untuk berlayar mengelilingi daerah di sekitar pantai..
Terletak di wilayah Lombok Timur tepatnya desa Sekaroh kecamatan Jerowaru yang mana lokasi daerah ini memang cukup terpencil dan jauh dari jalan raya dan pemukiman penduduk sehingga diperlukan niat yang kuat bila ingin mendatangi pantai ini.
Selain lokasi yang terpencil akses jalannya pun masih berupa tanah kapur yang tentu saja sangat berdebu. Namun itu tidak akan berarti apa-apa bila kita sudah menginjakkan kaki di pantai indah yang diapit oleh dua tebing di kanan kiri nya.
Butiran pasir berwarna putih bercampur dengan serpihan karang yang berwarna sedikit kemerahan inilah yang menyebabkan pasir dibibir pantai seolah berwarna merah muda. Selain berenang atau snorkling kita juga dapat menyewa perahu nelayan untuk berlayar mengelilingi daerah di sekitar pantai..
| pintu masuk kawasan pantai |
| jalan tanah kapur berdebu |
| tebing di sisi kiri pantai |
| berenang dan berlayar sangat menyenangkan disini |
| di balik tebing entah pantai apa namanya |
Sunday, January 3, 2016
Pohon Purba Lian di Lombok Timur
Selepas menyeberang dari Poto Tano Sumbawa ke Labuhan Kayangan Lombok, maksud hati ingin ke Sembalun Rinjani melalui jalur yang terdekat tentunya.. Eeeeh lah kok malah salah memilih arah jadinya muter lebih jauh.. Namun berkah selalu ada di setiap keadaan, karena salah arah inilah sehingga saya bisa mengetahui keberadaan pohon-pohon yang amat besar tinggi menjulang ini.
Namanya Pohon Purba Lian, terletak di pinggir jalan raya desa Gunung Malang kecamatan Pringgabaya Lombok Timur.
Sepertinya tempat ini belum terkelola dengan baik nampak dari tidak adanya retribusi resmi saat kita masuk kedalam lokasi yang asri ini, yang ada hanya penjaga yang menyodorkan semacam buku tamu dengan donasi sukarela.
Seandainya bisa dikelola dengan lebih baik tentunya akan menjadi destinasi wisata yang unik dan tidak akan dijumpai di tempat lain..
Namanya Pohon Purba Lian, terletak di pinggir jalan raya desa Gunung Malang kecamatan Pringgabaya Lombok Timur.
Sepertinya tempat ini belum terkelola dengan baik nampak dari tidak adanya retribusi resmi saat kita masuk kedalam lokasi yang asri ini, yang ada hanya penjaga yang menyodorkan semacam buku tamu dengan donasi sukarela.
Seandainya bisa dikelola dengan lebih baik tentunya akan menjadi destinasi wisata yang unik dan tidak akan dijumpai di tempat lain..
Sunday, May 17, 2015
Bumi Aditya Senggigi - hotel di perkampungan yang nyaman
Ini untuk kali kedua saya menginap di tempat ini selagi touring ke Lombok. Meskipun lokasi hotel tidak di pinggir jalan raya ataupun di tepi pantai, namun saya sangat betah berada disini.
Hotel yang terletak di dusun Loco Senggigi Lombok Barat ini menawarkan tarif yang cukup bersahabat kisaran 175-350rb/malam termasuk sarapan pagi. Dengan fasilitas kolam renang serta suasana hotel yang asri dan kebersihan yang terjaga ditambah layanan ramah menjadikan tempat ini sangat layak sebagai alternatif pilihan menginap apabila berkunjung di kawasan Senggigi.
Hotel yang terletak di dusun Loco Senggigi Lombok Barat ini menawarkan tarif yang cukup bersahabat kisaran 175-350rb/malam termasuk sarapan pagi. Dengan fasilitas kolam renang serta suasana hotel yang asri dan kebersihan yang terjaga ditambah layanan ramah menjadikan tempat ini sangat layak sebagai alternatif pilihan menginap apabila berkunjung di kawasan Senggigi.
Monday, February 23, 2015
SENGGIGI - Pusat Nadi Wisata Lombok
Tidaklah heran apabila banyak orang mengatakan bahwa Senggigi adalah lokasi yang wajib dikunjungi apabila berwisata ke pulau Lombok.
Dengan pantai yang membentang sepanjang lebih dari 10 kilometer ini seolah menjadi gambaran dari keindahan pulau ini. Pasir yang putih berpadu dengan air laut yang jernih serta ditunjang dengan akses jalan raya yang beraspal sangat mulus dengan sarana fasilitas yang lengkap tidaklah mengherankan apabila Senggigi dijuluki sebagai pusat nadi wisata Lombok.
Fasilitas seperti hotel, restoran, kafe hingga hiburan malam berupa live music telah banyak tersedia di kawasan ini sehingga Senggigi sangat layak dijadikan sebagai base point selama kita berada di Pulau Lombok..
Dengan pantai yang membentang sepanjang lebih dari 10 kilometer ini seolah menjadi gambaran dari keindahan pulau ini. Pasir yang putih berpadu dengan air laut yang jernih serta ditunjang dengan akses jalan raya yang beraspal sangat mulus dengan sarana fasilitas yang lengkap tidaklah mengherankan apabila Senggigi dijuluki sebagai pusat nadi wisata Lombok.
Fasilitas seperti hotel, restoran, kafe hingga hiburan malam berupa live music telah banyak tersedia di kawasan ini sehingga Senggigi sangat layak dijadikan sebagai base point selama kita berada di Pulau Lombok..
Subscribe to:
Comments (Atom)













