Thursday, January 8, 2015

Penglipuran - desa tradisional

Desa Penglipuran terletak di kabupaten Bangli yang berjarak kira-kira 45 km dari kota Denpasar. Desa adat yang juga menjadi obyek wisata ini tidak sulit untuk ditemukan karena letaknya di jalur utama Kintamani-Bangli.

Penglipuran adalah salah satu kawasan pedesaan di Bali yang memiliki tatanan dan struktur pedesaan tradisional. Dengan banyaknya ruang terbuka kita dapat merasakan keasrian desa ini serta penataan fisik bangunan dengan budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat membuat kita dapat merasakan nuansa Bali yang amat kental..








Wednesday, January 7, 2015

Danau Beratan di Bedugul Bali

Setelah menikmati keindahan Danau Tamblingan dan Danau Buyan, saya melanjutkan perjalanan menuju Danau Beratan yang terletak di kawasan Bedugul tepatnya di desa Candikuning kecamatan Baturiti.

Sempat mengalami sedikit masalah pada motor, beruntung ada sebuah bengkel yang menjual part yang saya perlukan meskipun harus memperbaiki sendiri karena pada saat itu tepat hari raya Kuningan sehingga tidak ada mekanik yang bekerja.

Dibandingkan dengan dua danau sebelumnya, Danau Beratan adalah yang terbesar dan paling banyak dikunjungi wisatawan karena letaknya tepat di pinggir jalan provinsi Denpasar-Singaraja sehingga mudah dijangkau oleh kendaraan..

Di tengah Danau Beratan terdapat sebuah pura yaitu Pura Ulun Danu, yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan.
Fasilitas yang ada juga sangat memadai dengan toilet yang bersih, taman yang indah serta kios-kios pedagang souvenir yang tertata rapi. Kita pun bisa menyewa perahu boat maupun sampan untuk mengelilingi danau yang jernih ini..





Monday, January 5, 2015

Danau di desa Munduk Bali [Tamblingan dan Buyan]

Tamblingan dan Buyan adalah nama dua danau yang berada tidak jauh dari desa Munduk Bali. Meskipun kedua danau tersebut bersebelahan, namun kita harus melalui jalan memutar apabila ingin mendatangi kedua tempat tersebut.
Saat melalui jalur memutar itulah kita akan mendapatkan panorama yang sangat luar biasa karena dapat melihat kecantikan danau Tamblingan dan Buyan dari atas bukit. Terdapat banyak tempat untuk beristirahat disepanjang jalur tersebut dengan latar belakang kedua danau..

Danau Tamblingan







Danau Buyan







Air Terjun Melanting desa Munduk Bali

Desa Munduk masuk wilayah kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Desa yang memiliki banyak perkebunan kopi, cengkeh serta tembakau ini terletak di ketinggian 900m dpl sehingga memiliki udara yang amat sejuk. Banyak orang menyebut Munduk bagaikan desa diatas awan.
Beberapa tempat wisata yang ada di sekitar desa Munduk adalah Air Terjun Melanting serta Danau Tamblingan yang bersebelahan dengan Danau Buyan.

Fasilitas penginapan di daerah ini pun sudah sangat banyak, rata-rata didominasi oleh wisatawan manca negara. Mungkin karena hawanya yang sejuk serta pemandangan yang indah membuat para wisatawan asing betah berada di desa ini.

Pada saat berada di desa Munduk, saya menginap di sebuah homestay bernama Puri Sunny. Dari homestay ini apabila ingin berkunjung ke air terjun Melanting hanya berjarak 2 km saja. Biaya retribusi untuk masuk di kawasan air terjun Melanting sebesar 5rb rupiah untu dewasa dan 3rb untuk anak-anak.

Air Terjun Melanting







Puri Sunny Homestay










Sunday, January 4, 2015

Pegunungan Ijen Banyuwangi

Dalam perjalanan touring ke Bali pada liburan akhir tahun 2014 kemarin, saya terpaksa menginap di Ketapang karena pada saat sampai di dermaga penyeberangan saya melihat antrian kendaraan roda dua maupun mobil serta bus yang sangat padat. Lagipula jam sudah menginjak pukul 6 sore maka saya putuskan untuk menginap terlebih dahulu sekalian esok paginya saya ingin menikmati jalur tanjakan ke pegunungan Ijen sebelum menyeberang ke Gilimanuk.
Seperti kawasan pegunungan yang lain, kontur jalan dan keindahan alam yang tersaji tak pernah membosankan bahkan pemandangan alam seperti inilah yang membuat saya ketagihan untuk melakukan perjalanan menggunakan motor..
Jarak Ijen dari Banyuwangi pun tidak terlalu jauh hanya sekitar 35 km. Disekitar jalur menuju Ijen pun ada beberapa tempat wisata antara lain desa Kampung Osing, Perkebunan Kalibendo, serta pemandian alam Taman Suruh..

Berikut suasana jalan di pegunungan ijen











Wednesday, September 3, 2014

Pura Giri Arjuno - Batu Malang

Setelah mengikuti acara bersepeda santai Batu-Cangar, saya menyempatkan diri mengunjungi Pura Giri Arjuno yang ada di kawasan ini. Pura terbesar di Jawa Timur ini terletak di dusun Junggo desa Tulungrejo wilayah kecamatan Bumiaji Kota Batu, berjarak 3,5 km dari jalan raya Batu-Cangar.

Pura Giri Arjuno ini nampak gagah berdiri di puncak bukit yang dikelilingi oleh perkebunan apel dan sayuran, dengan berlatar Gunung Arjuno membuat pemandangan di area pura ini sangat indah..
Jalan menuju Pura Giri Arjuno pun sangat menyenangkan dengan melewati hutan kecil serta perkebunan yang menghijau membuat saya beberapa kali menghentikan motor sejenak untuk menikmati pemandangan sekeliling dan menghirup udara yang dingin dan segar.

Ketika sampai di puncak bukit dimana pura berada, tidak nampak adanya aktifitas dan tidak ada seorangpun yang berada disana. Suasana yang lengang ini menyulut hawa kesakralan yang amat kuat saat saya memasuki area Pura Giri Arjuno ini...







Pemandangan bukit sekitar Pura Giri Arjuno






Monday, September 1, 2014

Warung Keningar - Ds.Sendi Pacet

Hari Sabtu lalu saat menuju kota Batu saya melalui jalur Surabaya-Trawas-Pacet-Cangar-Batu, sengaja memilih jalur ini karena selain jarak yang lebih pendek, jalur ini terutama mulai Trawas hingga Cangar jalannya terasa seksi.. lekak lekuk seperti gitar spanyol.. :) serta udaranya yang adeeem khas pegunungan. Sangat berbeda apabila kita melewati jalur mainstream Pandaan-Lawang-Singosari-Malang yang arus kendaraannya sudah sangat padat..ditambah merayap lagi..

Saat di kawasan Pacet di wilayah desa Sendi saya mampir ke sebuah warung yang bernama Warung Keningar. Selain memang berniat istirahat saya juga ingin menikmati suasana warung yang kental dengan pernak-pernik budaya Bali.

Sebenarnya warung ini seperti kebanyakan warung lesehan lainnya, menu yang ditawarkan pun sangat sederhana misalnya minuman hangat teh/kopi, mie instan serta bermacam snack, namun yang membedakan adalah selain suasananya yang jempolan, di area Warung Keningar ini terdapat homestay sederhana yang diberi nama Pondok Sendi, biaya sewanya 150rb/malam, hanya tersedia dua kamar itupun jarang ada yang menyewa menurut keterangan ibu penjaga warung..

Saya sempat bertanya kepada beliau apakah pemasukan warung serta homestay sebanding dengan biaya perawatan bangunan yang memiliki area cukup luas ini.. Nampaknya ibu pemilik warung ini memiliki idealisme tersendiri, beliau mengatakan yang terpenting hari-harinya terasa menyenangkan berada di lingkungan yang seperti ini dan itu membuat kesehatannya selalu terjaga.., rupanya pada waktu muda dulu beliau cukup lama pernah tinggal di Pulau Dewata dan beliau sangat mengagumi dan mencintai budaya Indonesia terutama Bali..

bangunan tempat beliau tinggal



homestay yang disewakan


nampak dari sisi jalan