Tuesday, April 21, 2015

Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Setelah sekian lama turing selalu memakai Kawasaki Eliminator BN175, kali ini saya membawa Suzuki gsx250 keluaran tahun 2001 sekaligus test ride setelah turun mesin mengganti beberapa parts. Tidak ada kendala apapun dan seperti biasanya saya selalu berkendara santai menikmati setiap jengkal jalanan yg saya lewati.
Berangkat dari rumah pagi subuh, terlebih dahulu saya menuju Hotel Minakjinggo Glenmore untuk sejenak istirahat mandi serta makan siang, setelah badan terasa segar kembali saya lanjutkan perjalanan ke Pantai Pulau Merah yang hanya berjarak 50 km dari Glenmore.

suasana jalanan menuju pantai pulau merah
Pantai Pulau Merah yang dulunya bernama Pantai Ringin Pitu ini terletak di desa Sumberagung kecamatan Pesanggaran Banyuwangi. Lokasinya berjarak kurang lebih 60 km dari pusat kota Banyuwangi.
Kondisi ombak di pantai yang tidak banyak memiliki batu karang ini sangat digemari oleh peselancar dari yang pemula hingga profesional, bagi yang ingin mencoba berselancar tidak perlu repot membawa papan selancar karena di lokasi ini telah tersedia papan selancar yang bisa disewa.
Terdapat banyak tempat berjemur dan payung pantai yang bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati keindahan saat matahari terbenam..







Monday, February 23, 2015

Gili Trawangan - bumi tanpa asap knalpot









SENGGIGI - Pusat Nadi Wisata Lombok

Tidaklah heran apabila banyak orang mengatakan bahwa Senggigi adalah lokasi yang wajib dikunjungi apabila berwisata ke pulau Lombok.

Dengan pantai yang membentang sepanjang lebih dari 10 kilometer ini seolah menjadi gambaran dari keindahan pulau ini. Pasir yang putih berpadu dengan air laut yang jernih serta ditunjang dengan akses jalan raya yang beraspal sangat mulus dengan sarana fasilitas yang lengkap tidaklah mengherankan apabila Senggigi dijuluki sebagai pusat nadi wisata Lombok.

Fasilitas seperti hotel, restoran, kafe hingga hiburan malam berupa live music telah banyak tersedia di kawasan ini sehingga Senggigi sangat layak dijadikan sebagai base point selama kita berada di Pulau Lombok..









Jatiluwih - Sawah Berundak

Jatiluwih merupakan sebuah desa di kaki gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan – Bali. Selain Tegalalang Ubud, tempat ini juga terkenal sebagai wisata alam sawah berundak dengan suasana yang sejuk karena terletak di ketinggian 850 meter dpl.

Jatiluwih dapat ditempuh kurang lebih 30 menit dari kota Tabanan atau sekitar 1,5 jam dari kota Denpasar dengan kendaraan bermotor. Obyek wisata ini menyajikan keindahan sawah yang berundak-undak, sangat mempesona apabila dinikmati di sore hari sambil menyaksikan sunset.

Sawah di Jatiluwih menggunakan sistem pengairan subak yaitu pengairan atau irigasi tradisional Bali. Setiap subak memiliki organisasi sendiri-sendiri dengan ketua yang disebut Pekaseh, serta memiliki pura tempat memuja dewi kemakmuran atau dewi kesuburan.
Keunikan sawah bertingkat di Jatiluwih ini mencuri perhatian UNESCO dan dinominasikan masuk daftar World Herritage sebagai warisan budaya dunia.












Rice Terrace Tegalalang Ubud

Tegalalang merupakan salah satu destinasi wisata di daerah Ubud. Obyek wisata yang terletak disebelah utara Ubud ini berupa lahan persawahan bertingkat (terasering) yang indah menawarkan hijaunya alam Tegalalang.








Pura Gunung Kawi Tampaksiring

Memasuki area pura ini kita langsung mendapat suguhan pemandangan sawah yang amat indah di sisi kanan serta kios cinderamata yang tertata rapi di sisi lainnya. Pura Gunung Kawi yang terletak di desa Tampaksiring ini terdiri dari dua bagian yang dipisahkan oleh Sungai Pakerisan. Masing-masing bagian berupa tebing dengan pahatan relief candi yang digunakan sebagai tempat bermeditasi.

Banyaknya pepohonan besar yang tumbuh di area pura menjadikan tempat ini terasa asri dengan aroma kesakralan yang kuat. Candi yang dipercaya sebagai tempat menyimpan abu jenazah beberapa Raja Bali ini memiliki legenda yaitu dibuat sehari semalam oleh Kebo Iwa dengan menatahkan kuku tangannya yang sakti pada dinding cadas tersebut.
Kebo Iwa adalah tokoh legenda masyarakat Bali yang digambarkan sebagai seorang yang bertubuh sangat besar dengan kekuatan dan kesaktiannya yang dipergunakan untuk membela tanah Bali dari serangan musuh..