Monday, May 8, 2017

(Solo Touring) Mewujudkan Impian ke Ujung Timur Flores

Di era tahun 90an grup band SAS merilis lagu yang berjudul Larantuka, selain menyukai lagunya saya juga seperti terhipnotis oleh susunan huruf L.a.r.a.n.t.u.k.a.
Kala itu dalam benak saya tergambar sebuah tempat yang terpencil dan penuh misteri sehingga menjadikan obsesi yang kuat untuk bisa menginjakkan kaki di kota itu entah kapan dan seperti apa caranya..
Beruntung pada usia saya yang ke 50 ini impian tersebut bisa terwujud.

Bersama "sang sahabat" sebuah motor Kawasaki Z250 keluaran tahun 2013, selama 12 hari saya menyusuri jalanan dari Surabaya hingga Larantuka dan kembali ke Surabaya..

Selain kesiapan fisik, mental, dana, serta kesehatan motor, bekal utama tentu saja saya menggali info sebanyak mungkin dari pengalaman para biker yang pernah berkunjung kesana..
Alhamdulillah sejak keberangkatan 21/04/17 sampai kembali ke rumah 03/05/17 perjalanan lancar tanpa mengalami kendala yang berarti..
Setiap hari perjalanan saya lakukan pagi hingga petang. Sengaja tidak melakukan perjalanan malam hari karena ingin menikmati pemandangan di setiap jengkal jalur yang saya lalui, selain itu saya juga memerlukan waktu istirahat yang cukup agar tubuh kembali bugar untuk melakukan perjalanan lagi esoknya.

Jadwal dan rute serta lokasi yang saya kunjungi adalah :

Hari 1 :
Surabaya - Ketapang - Gilimanuk - Padangbai - Lembar (Lombok) - Mataram
(bermalam di Fery Padangbai-Lembar)

Hari 2 :
Mataram - Kayangan - Pototano (Sumbawa) - Sumbawa Besar
Menginap di Hotel Mekarsari Sumbawa Besar
Lokasi Kunjungan :
- Istana Dalam Loka
- Bala Kuning

Hari 3 :
Sumbawa Besar - Dompu - Bima - Sape - Labuan Bajo (Flores)
Menginap di Hotel Mutiara Labuan Bajo
Lokasi Kunjungan :
- Arena Pacuan Kuda ds.Lepadi Dompu
- Arena Pacuan Kuda Panda Balibelo Bima

Hari 4 :
Labuan Bajo - Ruteng - Aimere - Bajawa
Menginap di Marcelino Homestay Bajawa
Lokasi Kunjungan :
- Kampung Adat Todo, ds.Satarmese Ruteng
- Persawahan Sarang Labalaba, ds.Cancar Ruteng
- Kampung Adat Pu'u, kec.Golodukal Ruteng



Hari 5 :
Bajawa - Ende - Moni
Menginap di Silvester Homestay Moni
Lokasi Kunjungan :
- Desa Adat Bena Bajawa
- Rumah Pengasingan Bung Karno Ende
- Kampung Adat Saga



Hari 6 :
Moni - Maumere - Larantuka
Menginap di Hotel Tresna Larantuka
Lokasi Kunjungan :
- Danau Kelimutu
- Gereja Tua Sikka Maumere
- Mater Dolorosa Larantuka



Hari 7 :
Larantuka - Maumere - Moni - Ende
Menginap di Hotel Anggrek Ende

Hari 8 :
Ende - Bajawa - Aimere - Ruteng
Menginap di Hotel Ranaka Ruteng

Hari 9 :
Ruteng - Labuan Bajo
Tidak dapat meneruskan perjalanan karena harus menunggu Fery keesokan hari.
Menginap di Hotel Mutiara Labuan Bajo

Hari 10 :
Labuan Bajo - Sape - Bima - Sumbawa Besar
Menginap di Hotel Mekarsari Sumbawa Besar

Hari 11 :
Sumbawa Besar - Pototano -Kayangan - Mataram
Menginap di rumah seorang kawan di Mataram

Hari 12 :
Mataram - Lembar - Padangbai - Denpasar - Gilimanuk - Ketapang - Surabaya

Bujet penginapan yang saya sebut diatas berkisar 100-200rb/mlm. Total keseluruhan biaya selama 12 hari perjalanan sekitar 5,2jt

Tentang Pelabuhan :
• Ketapang (Jawa) - Gilimanuk (Bali) dan sebaliknya tersedia setiap saat selama 24 jam. Biaya untuk motor <500cc sebesar 22rb. Waktu penyeberangan sekitar 40 menit
• Padangbai (Bali) - Lembar (Lombok) dan sebaliknya, keberangkatan setiap 1 jam selama 24 jam. Biaya untuk motor <500 cc sebesar 122rb. Waktu penyeberangan sekitar 5 jam
• Kayangan (Lombok) - Pototano (Sumbawa) dan sebaliknya, keberangkatan setiap 1 jam selama 24 jam. Biaya untuk motor <500cc sebesar 48rb. Waktu penyeberangan sekitar 2 jam
• Sape (Sumbawa) - Labuan Bajo (Flores) Jadwal keberangkatan setiap hari jam 4 sore. Biaya untuk motor <500cc sebesar 160rb. Waktu penyeberangan sekitar 7-8 jam
• Labuan Bajo (Flores) - Sape (Sumbawa) Jadwal keberangkatan setiap hari jam 8 pagi

Bala Kuning Sumbawa Besar

Istana Dalam Loka Sumbawa

Spot Jalan di Lintas Sumbawa

Sawah Sarang LabaLaba di Ruteng

Kampung Pu'u Ruteng

Desa Adat Bena Bajawa

Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

Kampung Saga Ende

Menjelang masuk kota Larantuka

Mater Dolorosa Larantuka

Gereja Tua Sikka Maumere

Kampung Todo Satarmese Manggarai





Thursday, April 6, 2017

Melintas tiga danau.. Beratan Buyan Tamblingan


Bukit Teletubies di Blitar

Bukan hanya di kawasan Bromo, Blitar pun memiliki destinasi wisata yang dinamakan Bukit Teletubies.
Terletak di desa Sumberasri kecamatan Nglegok, tempat ini sangat cocok sebagai alternatif tujuan wisata bersama keluarga.


Penanjakan Bromo melalui jalur Nongkojajar


TN.Bali Barat, dari Lovina ke Gilimanuk

Menikmati lengangnya jalanan dari Lovina ke Gilimanuk


AMED, Pedesaan di pesisir timur Bali

Selain terkenal dengan pantai yang indah dan lokasi diving favorit bagi wisatawan mancanegara, kawasan Amed juga memiliki daya tarik dengan kontur perbukitan yang menawan..


Air Terjun KRECEK NDENU Madiun


Friday, September 16, 2016

Air Terjun Goa Tetes Lumajang

Masih di kecamatan Pronojiwo desa Sidomulyo, bersebelahan dengan Tumpak Sewu terdapat pula obyek wisata air terjun yang tidak kalah indahnya, yaitu air terjun Goa Tetes.
Untuk mencapai lokasi ini diperlukan perjuangan yang lumayan berat karena kita harus naik turun menapaki ratusan anak tangga.
Dari lokasi air terjun Goa Tetes inipun kita dapat menyusuri aliran sungai yang penuh bebatuan yang tersambung ke lokasi air terjun Tumpak Sewu. Tentu saja diperlukan stamina ekstra..





Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang

Tumpak Sewu, masyarakat Pronojiwo Lumajang menyebutnya. namun bagi masyarakat di Ampelgading Malang mereka menamakan Coban Sewu.

Air Terjun yang indah ini memang berada tepat di perbatasan kecamatan Pronojiwo Lumajang dengan kecamatan Ampelgading Malang.
Untuk masuk ke lokasi air terjun ini dapat diakses melalui dua pintu masuk dari Pronojiwo dan dari Ampelgading dimana keduanya dikelola oleh masing masing warga.
Saat mengunjungi air terjun yang unik ini saya memilih masuk melalui pintu Pronojiwo karena dapat melihat langsung keindahannya utuh dari depan, apabila masuk melalui Ampelgading kita akan berada disamping air terjun.

Pengelolaan obyek wisata ini swadaya warga yang bisa dibilang cukup baik. Fasilitas parkir yang cukup luas, mushola, toilet, stan penjual makanan/minuman maupun sofenir tertata dengan rapi. Bahkan juga tersedia homestay di rumah penduduk setempat bila wisatawan ingin menginap menikmati kehidupan desa..









Sunday, September 4, 2016

Air Terjun Tegenungan

Bukan dataran tinggi ataupun di pegunungan. Inilah uniknya air terjun Tegenungan, meskipun lokasinya berada di dataran rendah dan berada di dekat pusat keramaian Sukawati namun air terjun yang memiliki debit air melimpah dan jernih ini memiliki keindahan yang tidak kalah dari air terjun lain di Bali.
Berada di banjar Tegenungan desa Kemenuh kecamatan Sukawati kabupaten Gianyar yang tidak jauh dari pusat kota Denpasar tentu saja sangat diminati oleh wisatawan karena akses jalan yang sangat mudah.