Selain terkenal dengan pantai yang indah dan lokasi diving favorit bagi wisatawan mancanegara, kawasan Amed juga memiliki daya tarik dengan kontur perbukitan yang menawan..
Masih di kecamatan Pronojiwo desa Sidomulyo, bersebelahan dengan Tumpak Sewu terdapat pula obyek wisata air terjun yang tidak kalah indahnya, yaitu air terjun Goa Tetes.
Untuk mencapai lokasi ini diperlukan perjuangan yang lumayan berat karena kita harus naik turun menapaki ratusan anak tangga.
Dari lokasi air terjun Goa Tetes inipun kita dapat menyusuri aliran sungai yang penuh bebatuan yang tersambung ke lokasi air terjun Tumpak Sewu. Tentu saja diperlukan stamina ekstra..
Tumpak Sewu, masyarakat Pronojiwo Lumajang menyebutnya. namun bagi masyarakat di Ampelgading Malang mereka menamakan Coban Sewu.
Air Terjun yang indah ini memang berada tepat di perbatasan kecamatan Pronojiwo Lumajang dengan kecamatan Ampelgading Malang.
Untuk masuk ke lokasi air terjun ini dapat diakses melalui dua pintu masuk dari Pronojiwo dan dari Ampelgading dimana keduanya dikelola oleh masing masing warga.
Saat mengunjungi air terjun yang unik ini saya memilih masuk melalui pintu Pronojiwo karena dapat melihat langsung keindahannya utuh dari depan, apabila masuk melalui Ampelgading kita akan berada disamping air terjun.
Pengelolaan obyek wisata ini swadaya warga yang bisa dibilang cukup baik. Fasilitas parkir yang cukup luas, mushola, toilet, stan penjual makanan/minuman maupun sofenir tertata dengan rapi. Bahkan juga tersedia homestay di rumah penduduk setempat bila wisatawan ingin menginap menikmati kehidupan desa..
Bukan dataran tinggi ataupun di pegunungan. Inilah uniknya air terjun Tegenungan, meskipun lokasinya berada di dataran rendah dan berada di dekat pusat keramaian Sukawati namun air terjun yang memiliki debit air melimpah dan jernih ini memiliki keindahan yang tidak kalah dari air terjun lain di Bali.
Berada di banjar Tegenungan desa Kemenuh kecamatan Sukawati kabupaten Gianyar yang tidak jauh dari pusat kota Denpasar tentu saja sangat diminati oleh wisatawan karena akses jalan yang sangat mudah.
Terletak di desa Beng Kabupaten Gianyar Bali tidak jauh dari pusat kota Gianyar. Meski tidak sepopuler Gitgit namun air terjun Kanto Lampo memiliki keunikan tersendiri karena air mengalir melalui bebatuan yang menyerupai tangga sehingga pengunjung biaa naik keatasnya menikmati segarnya guyuran air..
Selain dikenal sebagai Kota 1001 Goa, Pacitan juga memiliki deretan pantai-pantai yang indah. Selain goa dan pantai, ada pula destinasi wisata yang sangat menarik yaitu Menyusuri Sungai Maron.
Sungai Maron terletak di dusun Maron desa Dersono kecamatan Pringkuku yang berjarak kurang lebih 45 menit perjalanan dari kota Pacitan ke arah Pantai Watukarung. Tidak sulit mencari lokasi wisata ini karena sudah ada papan penunjuk arah, selain itu sebagian besar masyarakat di Pacitan sangat sadar wisata sehingga bisa memberikan informasi apabila kita bertanya pada mereka..
Dengan biaya 100rb/perahu untuk 3-5 orang, kita dapat menyusuri sungai sepanjang 4 km yang bermuara di Pantai Ngiroboyo, kemudian kembali lagi ke dermaga.. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang indah berupa pepohonan kelapa serta hilir mudiknya perahu warga yang mengangkut hasil panen kebun kelapa mereka.
Menurut penduduk setempat saat paling tepat untuk menyusuri sungai adalah saat musim kemarau karena air sungai berwarna jernih kehijauan. Apabila musim penghujan air sungai berwarna kecoklatan seperti saat saya datang kesini...